Ask Google

Custom Search

Just listen to the SONG..

Written on 11/19/2007 11:28:00 AM by Indah Puspita Rani




Jalinan Kasih

Kemilau Purnama tak mampu menerpa

Derita di wajah kecil tak berdaya

Tersirat harap di hati tak berdaya

Terasa berat beban tuk berlalu

Dengarkan sejenak tangisan mereka

Menanti mata hati kita tuk terbuka

Renungkan makna, dekatkan rasa

Bukankah kita di bumi yang sama

Hanya cinta yang bisa

Menepis segala duka

Merentangkan masa tuk mereka

Menanggapi mereka

Hanya cintaMu yang bisa

Memberikan cahaya

Menggetarkan suara hati kita

Menjalin kasih ntuk mereka

Sinarkan nestapa buah hati manusia

Diantara berjuta luka di dunia

Close your eyes, and feel it.

Love? What is love? I dunno..

I feel so lonely,, :'(

I love you more each day

Written on 11/15/2007 11:02:00 AM by Indah Puspita Rani




Heartbeat - Tahiti 80

Enough for me is not much for you

Won't you forgive me, that's all I can do

Can you feel my heartbeat

When I'm close to you

Hoh hoh, hoh hoh

Can you feel my heartbeat

When I'm close to you

Hoh hoh, hoh hoh

Enough for me is not much for you

Won't you forgive me, that's all I can do

Can you feel my heartbeat

When I'm close to you

Can you feel my heartbeat

When I'm close to you

I'll never find another way to say

I love you more each day

It's quite romantic, I know

That's how I wanna feel today, yeah

I wanna feel this way

Can you feel my heartbeat

When I'm close to you

Hoh hoh, hoh hoh

Can you feel my heartbeat

When I'm close to you

Hoh hoh, hoh hoh

I'll never find another way to say

I love you more each day

It's quite romantic, I know

That's how I wanna feel today, yeah

I wanna feel this way, today

Can you feel my heartbeat

Can you feel my heartbeat

Can you feel my heartbeat

Can you feel my heartbeat

Can you feel my heartbeat

Can you feel my heartbeat

Can you feel my heartbeat

When I'm close to youI'll never find, no

I'll never findAnother way to say, yeah

I love you more each day, yeah

If I Could - Hady Mirza

Written on 11/09/2007 12:23:00 PM by Indah Puspita Rani






IF I COULD (NEVER AGAIN)
Lies
All that I get is lies
Saw it through my own eyes
How you let it into our lives, oh no

And tears
All that you get is tears
Even after all these years
It's the only thing I feel

And I
Given up all my pride
So now I'm giving up the right
To be the only man in your life

[Chorus]
If I could, baby I would
Given you all, even my whole life
'Cos I thought you'd be my wife
(But) If I did then all that's been said
Would be in vain
In spite of all the tears and pain
So I'll just say never again

And time
All that I need is time
In making sure this heart of mine
Never again get out of line

To live
To see the things that I believe
In spite of things I used to grieve
While I'm packing my bags to leave
I'm gonna leave yeah

And I
Know that you miss me too
And all the things we used to do
But now there's nothing we can do

[Chorus]

I wish to thank you for the lessons that I have learnt
But there's just nothing I can give in return

[Chorus]

Never again

The song is written by Hady himself.

I can't stop playing the song,... Aaaaaa *sreaming* =P

Baru dapet nih,, hasil dari maen2 di youtube.

Oh Hady.. You're so cutee. >.<

Kalo ada yang mau versi MP3nya.. Japri yaa =)

tenang aja gak bakal ada suara2 cewek yang ikutan nyanyi hehehehe

Dedicated to all of MY FRIENDS =)

Written on 11/07/2007 02:23:00 PM by Indah Puspita Rani

Whenever You Call

Love wandered inside

Stronger than you

Stronger than I

And now that it has begun

We cannot turn back

We can only turn into one

[Chorus:]

I won't ever be too far away to feel you

And I won't hesitate at all

Whenever you call

And I'll always remember

The part of you so tender

I'll be the one to catch your fall

Whenever you call

[And I'm truly inspired

Finding my soul There in your eyes

And you

Have opened my heart And lifted me inside

By showing me yourself Undisguised]

[Chorus]

And I will breathe for you each day

Comfort you through all the pain

Gently kiss your fears away

You can turn to me and cry

Always understand that I

Give you all I am inside

[Chorus]

I won't ever be too far away to feel you

And I won't hesitate at all

Whenever you call

*maap ya bo.. belakangan agak2 mellow-ing ~.~*

Kalo ngomong aja gak bebas, gmana mo married??

Written on 11/02/2007 02:16:00 PM by Indah Puspita Rani

Hari ini gw baca suatu cerpen di sepatumerah. Entri lama sih tapi nyentuh banget, dan ngena' banget. Okay kalo masalah ngena' apa nggak itu tergantung orang ya. Tapi paling nggak buat gw cerpennya yang pendek banget ini ngena' banget.

Judulnya :
Marco dan Tabitha.

Kalo belum baca mending baca dulu deh =).

Isinya tentang Tabitha dan Marco *as the tittle above ;p*. Intinya mereka mau menikah, pernikahan yang memang berdasarkan cinta, Marco sayang sama Tabitha dan begitu juga sebaliknya.

Tabitha dan Marco sudah berpacaran 3 tahun lamanya, jadi bukan hal yang mengejutkan lagi kalo denger mereka bakal married. Dan rasanya mereka akan menjadi pasangan yang baik2 saja, tidak akan mempunyai masalah yang begitu besar sampai pernikahannya nanti.


Tapi siapa yang sangka, beberapa bulan sebelum pernikahannya, Marco mengeluh pada adiknya : "Tabitha membatalkan rencana pernikahan kami..."!!

Kaget? Ya pasti. Dan lebih kaget lagi mendengar alasan Tabitha yang membatal pernikahannya, pernikahan yang dia sampaikan dengan sumringah dan senang bukan main pada sahabat2nya.

"...saya nggak bisa berkomunikasi dengan sehat dengan Marco."

Yang dimaksud dengan komunikasi yang sehat itu, yang bagaimana ya?
Itu yang terlintas saat gw baca cerpen itu.

"Seharusnya saya dan Marco bisa ngobrolin apa aja, kan? Simply apa aja.
Sama seperti saya dengan kamu - atau saya dengan sahabat-sahabat saya yang
lain."

"Tapi ini nggak bisa. Our conversation runs dry. Kami berakhir dengan
ngobrolin kejadian yang terjadi dengan kami masing-masing pada hari itu. That's
all. Itu doang, Vay. Itu doang..." Tabitha menghela nafas.

"Itu ngebuat saya ngerasa ada benteng di antara saya dan dia. Saya ngerasa
nggak lepas. Bahkan parahnya, saya ngerasa.. dia jadi orang asing. Okay, kamu
boleh kutuk saya, Vay. Tapi saya ngerasa nggak nyaman kalau dekat-dekat
dia."


Glek? Jelas ini bikin gw nelen ludah. Kata2 ini, terdengar biasa sekali, tapi ya! gw somehow setuju dengan kata2 diatas.

Komunikasi. Komunikasi. Komunikasi.

Berbicara dengan bahasa yang sama?
Gw rasa masalahnya gak sepele itu. Berkomunikasi dengan bahasa yang sama, belum tentu komunikasi antara 2 orang itu berjalan lancar. Apalagi yang namanya pacaran.

Pacaran itu sebagai proses penjajakan, seharusnya tidak ada yang tidak terbuka di proses ini. *Okay, adalah yaa.. bagian2 yang harus ditutupi.* Di tahap ini, menurut gw adalah tahap dimana kita bisa meyakini diri kita, bahwa ya : "He's the one I can marry with".

Gw juga, sama kayak Tabitha membutuhkan dia untuk bisa membicarakan apa saja.
Tidak membuat gw merasa bersalah saat menceritakan sesuatu yang [mungkin] bodoh dan salah.
Tidak membuat gw berhenti mengejar cita2.
Mengerti apa yang gw rasain, yahh paling tidak mencoba mengerti dan akhirnya sedikit mengerti tentang apa yang gw rasain dan gw mau.

Gw butuh komunikasi yang sehat dengan pacar [calon suami, deh!] gw.
Dimana gw bisa bicara apa saja, baik maupun buruk.
Dimana gw tidak perlu menahan apapun jika ingin bicara.
Dimana dia bisa menjadi tempat sampah gw, baik sampah bersih maupun sampah kotor *analogi doank kok, bukan sampah beneran, maksdnya omongan2 yang ga penting*.
Dimana dia tidak membuat gw merasa lebih bodoh, atau parahnya benar2 bodoh [sigh.. :s].

Pembicaraan kita harusnya bisa tentang apapun, ya anything. Sama seperti gw dan sahabat2 gw. Dimana gw bisa curhat bebas sebebasnya.


Yeah.. I hope.. I hope.. I hope... ya! Gw harap... gw bisa menikah dengan sahabat terbaik sepanjang masa gw. Dimana dia bisa jadi apapun, dan berbicara tentang apapun.


Paling tidak, komunikasi yang baik dan sehat, bisa mencegah masalah menjadi lebih besar. Dan kehidupan yang lebih mengalir.
SO,,
STOP JAIM!! STOP GENGSI!! KATAKAN SMUA!!
tapii.... emang yaa hanya orang2 tertentu yang bisa ngebuat kita bisa bicara apapun.
I think that show us that God create people as a couple. Only the 'one' can be.....

Jika saya harus berpikir banyak sebelum bicara, apakah saya harus menikah?



-parno merit,,, ya gak cha? ;p-